Market Update

SMF Highlight

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

 SMF HIGHLIGHT

SMF Highlight Februari 2017

Pertumbuhan harga properti residensial masih melambat untuk semua tipe rumah. Harga properti residensial tumbuh 2,29% YoY di Q4 2016. Rata-rata pertumbuhan harga properti residensial pada tahun 2016 hanya mencapai 3,14% YoY, jauh lebih rendah daripada rata-rata pertumbuhan harga properti residensial tahun 2015 sebesar 5,57% YoY.

Selengkapnya
SMF Highlight Januari 2017

Kondisi pasar pembiayaan perumahan hingga akhir tahun 2016 masih relatif stagnan. Beberapa indikator pembiayaan perumahan menunjukkan kondisi tersebut, antara lain: outstanding KPR yang relatif flat, rasio NPL KPR yang belum turun signifikan, suku bunga dasar KPR yang masih flat, dan indeks harga properti residensial yang melambat.

Selengkapnya
SMF Highlight Desember 2016

Kondisi pasar perumahan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Pertumbuhan ekonomi yang masih lemah ditambah dengan tingkat suku bunga kredit yang masih relatif tinggi menyebabkan daya beli masyarakat belum membaik. Suku bunga kredit pada triwulan III 2016 turun sebesar 15bps menjadi 12,23% dari triwulan sebelumnya seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan 7 days reverse repo. Meskipun trennya menurun, namun penurunan suku bunga kredit tersebut masih melambat dibandingkan dengan penurunan suku bunga deposito.  Secara tahun berjalan, rata-rata suku bunga kredit pada triwulan III 2016 turun sebesar 60bps, sementara rata-rata suku bunga deposito turun sebesar 108bps.

Selengkapnya
SMF Highlight November 2016

Sampai dengan Q2 2016, pertumbuhan harga properti melambat menjadi 3,4% YoY. Angka ini lebih rendah dari triwulan sebelumnya 4,2% YoY maupun rata-rata kenaikan harga selama tahun 2015 yang mencapai 5,6% YoY.

Selengkapnya
SMF Highlight Oktober 2016

Memasuki kuartal ketiga 2016, pertumbuhan pasar pembiayaan perumahan masih stagnan. Penyaluran KPR masih melambat, sedangkan rasio kredit bermasalah mengalami kenaikan. Meski demikian, prospek pasar perumahan dan pembiayaan perumahan kedepan dipercaya akan kembali bangkit. Sejumlah hal yang menjadi pemicu utamanya adalah implementasi relaksasi aturan LTV terbaru dibulan Agustus 2016, dan penurunan suku bunga acuan (7D Reverse Repo) oleh Bank Indonesia. Kebijakan ini diperkirakan akan memengaruhi suku bunga KPR ke level yang lebih rendah.

Selengkapnya
SMF Highlight Agustus 2016

Dalam kurun waktu 2013 b 2015, tingkat suku bunga di dalam negeri relatif tinggi dan laju inflasi yang meningkat menyusul naiknya harga BBM bersubsidi. Likuiditas pun relatif ketat sejalan dengan kebijakan moneter kontraktif serta fiskal yang tidak ekspansif. Akibatnya pertumbuhan ekonomi kita terus melambat dari 6% pada tahun 2012 menjadi 4.8% tahun 2015. Perlambatan ekonomi domestik dan daya beli rumah tangga yang menurun, menyebabkan pasar perumahan dan pasar pembiayaan perumahan ikut mengalami perlambatan signifikan.

Selengkapnya