Market Update

SMF Highlight

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

MONTHLY MARKET UPDATE

Inflow Obligasi Pemerintah Kembali Meningkat Akhir Februari

Total outstanding obligasi pemerintah pada akhir Februari 2019 kembali meningkat menjadi Rp2.486,95 triliun, meningkat 16,77% (yoy) dibandingkan akhir bulan Februari 2018 sebesar Rp2.129,82 triliun. Berdasarkan share kepemilikan, kepemilikan atas obligasi pemerintah didominasi asing mencapai 37,91% lebih tinggi dibandingkan akhir bulan Januari 2019 di level 37,32%. Kembali membaiknya performa obligasi pemerintah tidak terlepas dari sentimen positif global dan domestik. Meskipun demikian, kedepan perlu ada kewaspadaan terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia, mengingat sepanjang tahun 2018 telah terjadi defisit mencapai USD31,1 miliar.

Selengkapnya

Potret Obligasi Pemerintah dan Korporasi di Asia Triwulan III 2018

Menurut Asian Bond market, diantara 10 negara di Asia rasio outstanding obligasi Pemerintah terhadap GDP terbesar terjadi di Jepang mencapai 193,3%, sedangkan rasio outstanding korporasi terhadap GDP terbesar terjadi di Korea mencapai 74%. Disamping itu, berdasarkan share obligasi pemerintah terbesar terjadi di Vietnam mencapai 93,5%, sedangkan share obligasi korporasi terbesar terjadi di Korea mencapai 58,3%. Di Indonesia, porsi terbesar adalah obligasi  pemerintah dengan share mencapai 84,8%, sedangkan sisanya yakni 15,2% adalah share obligasi korporasi.

Selengkapnya
Menjelang Akhir Tahun 2018, Rupiah Kembali Menguat

Nilai tukar rupiah Indonesia terhadap US Dollar sempat mencapai Rp13.156/USD pada awal Oktober 2017 dan kembali terkoreksi dipicu Pers Presiden Trump serta sikap hawkish The Fed. Pada awal Februari 2018 kurs rupiah menguat ke level Rp13.289/USD, tetapi pada awal bulan Maret 2018 nilai tukar kembali terkoreksi. Memasuki pertengahan Oktober 2018, nilai tukar rupiah berangsur menguat seiring adanya negosiasi perdagangan antara Presiden Trump dan Presiden Xin Jingping. Penguatan nilai tukar rupiah terus berlanjut hingga awal Desember 2018 seiring melemahnya harga minyak dunia serta penundaan pengenaan tarif lanjutan terhadap barang-barang impor asal China.

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-marketupdate.php on line 143

RISET

Penguatan IKNB melalui Pembangunan Infrastruktur Perumahan Berbasis Pasar Modal

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam mempercepat pembangunan nasional. Kebutuhan tersebut didorong antara lain oleh tingginya pertumbuhan penduduk yang pada akhirnya memunculkan kebutuhan akan infrastruktur, salah satunya adalah infrastruktur perumahan. Namun, perbankan sebagai salah satu sektor pembiayaan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dana mengalami kendala mismatch sehingga penyaluran pembiayaan bagi kebutuhan perumahan belum optimal.

Selengkapnya

 

Dampak Penerapan Kebijakan LTV

Setahun sejak peraturan tersebut diterbitkan, BI mencatat bahwa kebijakan LTV tersebut berdampak pada melambatnya pertumbuhan KPR menjadi 11,9% pada Desember 2014 dari 26,5% pada Desember 2013.Hal tersebut yang kemudian mendorong Bank Indonesia melakukan revisi pada salah satu kebijakan makroprudensial nya melaui penetapan peraturan No 17/PBI/ 2015 tentang rasio Loan to Value atau rasio financing to value untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor.

Selengkapnya

Analisis Faktor Pembelian Rumah Secara Kredit

Hasil studi ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan suku bunga dasar kredit (SBDK) signifikan mempengaruhi proporsi pembelian rumah secara kredit. Keduanya memiliki hubungan negatif terhadap variabel dependen. Sedangkan variabel Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tidak signifikan mempengaruhi proporsi pembelian rumah secara kredit.

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-marketupdate.php on line 218