Market Update

SMF Highlight

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

 SMF HIGHLIGHT

Akhir Tahun 2018, Rasio NPL KPR Seluruh Tipe Rumah Kompak Menurun

Akhir tahun 2018 KPR Indonesia tumbuh moderat ditandai dengan pertumbuhan KPR mencapai 13,31% (yoy) dengan total outstanding KPR per 31 Desember 2018 sebesar Rp445,20 trilliun. Dilihat berdasarkan porsi pembentukannya, tipe rumah menengah (22-70 m2) masih memberikan porsi tertinggi mencapai 61,67% terhadap outstanding KPR, sedangkan sisanya oleh rumah tipe besar (>70 m2) dan kecil (≤21 m2) masing-masing sebesar 32,19% dan 6,14%. Jika dilihat berdasarkan rasio NPL (Non Perfoming Loan) KPR tertinggi terjadi pada rumah tipe besar (>70 m2) mencapai 3,00%, selanjutnya rasio NPL KPR untuk tipe rumah kecil (≤21 m2) sebesar 2,1% dan NPL KPR terendah adalah tipe rumah menengah (22-70 m2) sebesar 1,97%. NPL KPR seluruh tipe rumah menunjukkan tren penurunan.

Selengkapnya
Pertumbuhan Kredit Rumah Tangga di Indonesia

Kredit perbankan mengalami kenaikan semenjak Januari 2018. Berdasarkan jenis kreditnya, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh cukup moderat hingga mencapai 13,2% (yoy). Sedangkan pertumbuhan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Multiguna (KMG) masing-masing sebesar 13,4% (yoy) dan 13,6% (yoy). Disamping itu, Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tumbuh sebesar 32,1% (yoy). Diantara keempat jenis kredit tersebut, KPR memiliki rasio NPL tertinggi mencapai 2,65%. Rasio NPL tertinggi terdapat di Provinsi Papua Barat sebesar 10,3%. Meskipun demikian, pertumbuhan KPR di Papua Barat cukup tinggi mencapai 23,1%.

Selengkapnya

Perkembangan KPR dan Real Estate di Indonesia

Peraturan mengenai LTV di Indonesia telah berubah 6 kali sejak Juni 2012 hingga peraturan yang terbaru yang dirilis pada Juni 2018. Pada tahun 2012-2013 pertumbuhan KPR sempat mencapai 40% (yoy), kemudian menurun setelah Bank Indonesia (BI) memperketat kebijakan LTV KPR di tahun 2012-2013 demi mencegah spekulasi harga rumah. Meskipun Bank Indonesia sudah melakukan relaksasi di sektor perumahan sejak Juni 2015, namun dampaknya belum terlihat karena fokus relaksasi masih dari sisi permintaannya. Dengan adanya relaksasi LTV lanjutan Bank Indonesia (BI) bulan Juni 2018 dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Agustus 2018 yang juga menyentuh sisi penawaran, maka diharapkan pertumbuhan ekonomi sektor real estate akan terus meningkat.

Selengkapnya

Pertumbuhan KPR Rumah Tipe Menengah Menjadi Leader

Pertumbuhan KPR di Indonesia relatif stagnan ditandai dengan pertumbuhan outstanding KPR bulan Agustus 2018 yang mampu tumbuh 13,85% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 13,24% (yoy). Jika melihat dari pertumbuhan KPR, rumah dengan tipe menengah (22-70 m2) menempati posisi teratas dengan pertumbuhan secara tahunan (yoy) mencapai 18,36% (yoy), diikuti oleh KPR rumah tipe besar (>70 m2) dan kecil (<21 m2) masing-masing sebesar 8,96% (yoy) dan 1,40% (yoy) pada bulan Agustus 2018. Meskipun dengan pertumbuhan KPR tertinggi, tipe rumah menengah (22-70 m2) memiliki rasio NPL KPR terendah sebesar 2,38%.

Selengkapnya

Pemanfaatan KPR dalam Pembelian Rumah oleh Masyarakat Masih Terpusat Di Wilayah Barat Indonesia

Hingga Agustus 2018, outstanding KPR nasional sebesar Rp425,32 triliun, mengalami peningkatan 13,85% (yoy), sedangkan rasio NPL KPR nasional bulan Agustus 2018 sebesar 2,73% atau menurun dibandingkan NPL tahun lalu. Adapun dari total outstanding KPR nasional tersebut, sebanyak 85,16% pemanfaatannya didominasi oleh masyarakat Indonesia bagian barat. Sementara, sebanyak 13,46% dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia bagian tengah dan yakni sebesar 1,38% dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia bagian timur. Meskipun outstanding KPR masih terpusat di wilayah barat Indonesia, rata-rata rasio NPL KPR di wilayah ini paling rendah, yaitu sebesar 2,49% atau lebih rendah dari NPL KPR nasional.

Selengkapnya

KPR Syariah Masih Memiliki Potensi di Indonesia

Pada Juli 2018, outstanding KPR bank umum nasional (konvensional dan syariah) mencapai Rp419,31 triliun. Dari total outstanding KPR tersebut, sebesar 15,91% atau Rp35,28 triliun merupakan pembiayaan KPR melalui Unit Usaha Syariah (UUS). Disamping itu, porsi terbesar pembiayaan KPR syariah juga dipegang oleh Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai Rp35,28 triliun dengan market share mencapai 52,88%, disusul oleh Bank Umum Syariah (BUS) sebesar Rp31,44 triliun dengan market share sebesar 47,12% di Indonesia. Tercatat pertumbuhan KPR syariah bulan Juli 2018 mencapai Rp66,72 triliun atau  tumbuh 18,80% (yoy) dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-view-all-smfhighlight.php on line 150