Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

DATA PEMBIAYAAN PERUMAHAN

Indikator

SMF HIGHLIGHT

SMF Highlight Desember 2018

Peraturan mengenai LTV di Indonesia telah berubah 6 kali sejak Juni 2012 hingga peraturan yang terbaru yang dirilis pada Juni 2018. Pada tahun 2012-2013 pertumbuhan KPR sempat mencapai 40% (yoy), kemudian menurun setelah Bank Indonesia (BI) memperketat kebijakan LTV KPR di tahun 2012-2013 demi mencegah spekulasi harga rumah. Meskipun Bank Indonesia sudah melakukan relaksasi di sektor perumahan sejak Juni 2015, namun dampaknya belum terlihat karena fokus relaksasi masih dari sisi permintaannya. Dengan adanya relaksasi LTV lanjutan Bank Indonesia (BI) bulan Juni 2018 dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Agustus 2018 yang juga menyentuh sisi penawaran, maka diharapkan pertumbuhan ekonomi sektor real estate akan terus meningkat.

Selengkapnya

SMF Highlight November 2018

Pertumbuhan KPR di Indonesia relatif stagnan ditandai dengan pertumbuhan outstanding KPR bulan Agustus 2018 yang mampu tumbuh 13,85% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 13,24% (yoy). Jika melihat dari pertumbuhan KPR, rumah dengan tipe menengah (22-70 m2) menempati posisi teratas dengan pertumbuhan secara tahunan (yoy) mencapai 18,36% (yoy), diikuti oleh KPR rumah tipe besar (>70 m2) dan kecil (<21 m2) masing-masing sebesar 8,96% (yoy) dan 1,40% (yoy) pada bulan Agustus 2018. Meskipun dengan pertumbuhan KPR tertinggi, tipe rumah menengah (22-70 m2) memiliki rasio NPL KPR terendah sebesar 2,38%.

Selengkapnya

SMF Highlight Oktober 2018

Hingga Agustus 2018, outstanding KPR nasional sebesar Rp425,32 triliun, mengalami peningkatan 13,85% (yoy), sedangkan rasio NPL KPR nasional bulan Agustus 2018 sebesar 2,73% atau menurun dibandingkan NPL tahun lalu. Adapun dari total outstanding KPR nasional tersebut, sebanyak 85,16% pemanfaatannya didominasi oleh masyarakat Indonesia bagian barat. Sementara, sebanyak 13,46% dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia bagian tengah dan yakni sebesar 1,38% dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia bagian timur. Meskipun outstanding KPR masih terpusat di wilayah barat Indonesia, rata-rata rasio NPL KPR di wilayah ini paling rendah, yaitu sebesar 2,49% atau lebih rendah dari NPL KPR nasional.

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-highlight.php on line 193