Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

MONTHLY MARKET UPDATE

Mei 2018

Bank Indonesia mengambil kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan 7-days reverse repo sebesar 25bps dari 4,25% menjadi 4,5%, merespons pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, keputusan Bank Indonesia mengerek suku bunga BI sebesar 25bps nampaknya belum mampu menopang pergerakan rupiah. Rupiah masih terdampak sentimen dari Amerika Serikat dan berlanjut melemah ke level Rp14.190/USD pada 21 Mei 2018.

Selengkapnya
April 2018

Yield SUN terus tertekan seiring dengan tren kenaikan yield US-Treasury yang terjadi pada akhir bulan April. Yield US-Treasury 10 tahun bahkan sempat menyentuh level tertingginya sejak Juli 2011, yaitu di level 3,03% pada 25 April 2018. Sejalan dengan level tertinggi yield US-Treasury, yield SUN 10 tahun juga turut menyentuh level terlemahnya sejak awal tahun 2018, yaitu di level 7,15% pada tanggal yang sama

Selengkapnya

Maret 2018

Seiring dengan data indikator ekonomi Amerika Serikat yang terus membaik seperti laju inflasi dan tingkat pengangguran, spekulasi terhadap kenaikan suku bunga Fed Fund Rate juga semakin besar. Tercatat kenaikan FFR mencapai 25bps dari  level 1,50% ke level 1,75% pada Maret 2018.

Selengkapnya
Februari 2018

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 tumbuh di level 5,07% yoy. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2016 sebesar 5,03% yoy.

Selengkapnya
Januari 2018

Laju inflasi 2018 diperkirakan berada dalam kisaran 3% sampai 5%. Namun, beberapa risiko seperti kenaikan harga minyak dunia dan harga volatile food yang rendah dalam periode yang cukup panjang akan mengurangi minat petani untuk menanam, sehingga pasokan bahan pokok berpotensi berkurang.

Selengkapnya
Desember 2017

Tahun politik menjadi kekhawatiran pelaku pasar keuangan. Namun, berdasarkan iklim politik tahun-tahun sebelumnya, volatilitas yang terjadi di pasar keuangan tidak berdampak terlalu dalam. pasar saham dan pasar obligasi tidak mengalami volatile yang terlalu dalam.

Selengkapnya