Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

MONTHLY MARKET UPDATE

September 2018

Pelemahan pasar obligasi domestik didorong oleh faktor global yakni mulai dari krisis ekonomi Turki dan Argentina hingga tensi perang dagang yang masih memanas antara Amerika Serikat dan China. Hal ini menyebabkan yield US-Treasury 10 tahun menyentuh level tertingginya semenjak Juli 2011, yakni di level 3,08%. Sejalan dengan meningkatnya US-Treasury, yield SUN tenor 10 tahun juga turut menyentuh level terendahnya semenjak awal tahun 2018 yakni di level 8,71%.

Selengkapnya
Agustus 2018

Outstanding obligasi korporasi Indonesia dibandingkan dengan PDB nasional pada triwulan I tahun 2018 masih relatif rendah, yakni hanya berkisar 2,9%. Sedangkan rasio outstanding obligasi korporasi terhadap PDB terbesar yakni negara Korea, Malaysia, dan Singapore dengan masing-masing sebesar 72,9%, 46,3% dan 32,4%. Sedangkan jika dilihat dari rasio porsi obligasi korporasi terhadap Local Currency Bond Markets (LCB) pada triwulan I tahun 2018, Indonesia menempati posisi tiga terbawah sebesar 15,4% setelah Jepang dan Vietnam masing-masing sebesar 6,7% dan 5,5%.

Selengkapnya
Juli 2018

Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan 7-days reverse repo sebesar 50bps dari 4,75% menjadi 5,25% pada Juni 2018. Dengan demikian, sampai dengan triwulan II 2018 telah terjadi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga 100bps.

Selengkapnya

Juni 2018

Kenaikan  Federal Funds Rate (FFR) berdampak pada pelemahan beberapa sektor seperti nilai tukar rupiah dan Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia. Sepekan dibukanya pasar keuangan Indonesia paska kenaikan FFR, tercatat nilai tukar rupiah terkoreksi cukup dalam sebesar 1,77% di level Rp14.179/USD per tanggal 26 Juni kemarin dibandingkan tiga pekan lalu di level Rp13.932/USD serta nilai kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh asing berada di level 44,17% atau outflow sebesar 0,44% dibandingkan tiga pekan sebelumnya.

Selengkapnya

Mei 2018

Bank Indonesia mengambil kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan 7-days reverse repo sebesar 25bps dari 4,25% menjadi 4,5%, merespons pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, keputusan Bank Indonesia mengerek suku bunga BI sebesar 25bps nampaknya belum mampu menopang pergerakan rupiah. Rupiah masih terdampak sentimen dari Amerika Serikat dan berlanjut melemah ke level Rp14.190/USD pada 21 Mei 2018.

Selengkapnya
April 2018

Yield SUN terus tertekan seiring dengan tren kenaikan yield US-Treasury yang terjadi pada akhir bulan April. Yield US-Treasury 10 tahun bahkan sempat menyentuh level tertingginya sejak Juli 2011, yaitu di level 3,03% pada 25 April 2018. Sejalan dengan level tertinggi yield US-Treasury, yield SUN 10 tahun juga turut menyentuh level terlemahnya sejak awal tahun 2018, yaitu di level 7,15% pada tanggal yang sama

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-view-all-market-update.php on line 152