Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

MONTHLY MARKET UPDATE

Oktober 2018

Rilisnya suku bunga acuan The Fed bulan Maret 2018 sebesar 1,75%-1,50% atau naik 25bps lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Setelah tiga bulan, The Fed kembali menaikkan Federal Fund Rate (FFR) ke level 1,75%-2,00% atau naik 25bps lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya di level 1,50%-1,75%. Hal ini menyebabkan net sell asing di pasar domestik, sekaligus memicu kenaikan kembali 7-days reverse repo mencapai 50bps ke level 5,25% pada Juni 2018. Memasuki triwulan III, Bank Indonesia kembali menaikkan 7-days reverse repo sebanyak 2 kali pada bulan Agustus dan September masing-masing sebesar 25bps ke level 5,75%, sejalan dengan meningkatnya Federal Fund Rate (FFR) sebesar 25bps ke level 2,00%-2,25%. Dengan demikian, sampai dengan triwulan III 2018 telah terjadi kenaikan suku bunga acuan 7-days reverse repo mencapai 150bps atau tertinggi semenjak dua tahun terakhir.

Selengkapnya

September 2018

Pelemahan pasar obligasi domestik didorong oleh faktor global yakni mulai dari krisis ekonomi Turki dan Argentina hingga tensi perang dagang yang masih memanas antara Amerika Serikat dan China. Hal ini menyebabkan yield US-Treasury 10 tahun menyentuh level tertingginya semenjak Juli 2011, yakni di level 3,08%. Sejalan dengan meningkatnya US-Treasury, yield SUN tenor 10 tahun juga turut menyentuh level terendahnya semenjak awal tahun 2018 yakni di level 8,71%.

Selengkapnya
Agustus 2018

Outstanding obligasi korporasi Indonesia dibandingkan dengan PDB nasional pada triwulan I tahun 2018 masih relatif rendah, yakni hanya berkisar 2,9%. Sedangkan rasio outstanding obligasi korporasi terhadap PDB terbesar yakni negara Korea, Malaysia, dan Singapore dengan masing-masing sebesar 72,9%, 46,3% dan 32,4%. Sedangkan jika dilihat dari rasio porsi obligasi korporasi terhadap Local Currency Bond Markets (LCB) pada triwulan I tahun 2018, Indonesia menempati posisi tiga terbawah sebesar 15,4% setelah Jepang dan Vietnam masing-masing sebesar 6,7% dan 5,5%.

Selengkapnya

Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-marketupdate.php on line 143

RISET

Penguatan IKNB melalui Pembangunan Infrastruktur Perumahan Berbasis Pasar Modal

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dalam mempercepat pembangunan nasional. Kebutuhan tersebut didorong antara lain oleh tingginya pertumbuhan penduduk yang pada akhirnya memunculkan kebutuhan akan infrastruktur, salah satunya adalah infrastruktur perumahan. Namun, perbankan sebagai salah satu sektor pembiayaan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dana mengalami kendala mismatch sehingga penyaluran pembiayaan bagi kebutuhan perumahan belum optimal.

Selengkapnya

 

Dampak Penerapan Kebijakan LTV

Setahun sejak peraturan tersebut diterbitkan, BI mencatat bahwa kebijakan LTV tersebut berdampak pada melambatnya pertumbuhan KPR menjadi 11,9% pada Desember 2014 dari 26,5% pada Desember 2013.Hal tersebut yang kemudian mendorong Bank Indonesia melakukan revisi pada salah satu kebijakan makroprudensial nya melaui penetapan peraturan No 17/PBI/ 2015 tentang rasio Loan to Value atau rasio financing to value untuk kredit atau pembiayaan properti dan uang muka kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor.

Selengkapnya

Analisis Faktor Pembelian Rumah Secara Kredit

Hasil studi ini menunjukkan bahwa variabel inflasi dan suku bunga dasar kredit (SBDK) signifikan mempengaruhi proporsi pembelian rumah secara kredit. Keduanya memiliki hubungan negatif terhadap variabel dependen. Sedangkan variabel Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tidak signifikan mempengaruhi proporsi pembelian rumah secara kredit.

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-marketupdate.php on line 218