Market Update

SMF Highlight

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

 PROSPEK EKONOMI

Februari, 2017

Di awal tahun 2017 ini, prospek perekonomian global diperikirakan akan lebih membaik. Hal ini dapat terlihat dari harga komoditas yang mulai membaik. Dengan begitu, nilai ekspor negara berkembang, seperti Indonesia, pasti akan terdongkrak naik dan hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Selengkapnya
Januari, 2017

Pada bulan Desember 2016 ini sentimen pasar masih dipengaruhi oleh kemungkinan-kemungkinan kebijakan yang akan diterapkan oleh Trump. Terdapat dua kemungkinan arah kebijakan Presiden Trump yang menjadi perhatian utama pelaku pasar, yaitu perdagangan luar negeri yang cenderung proteksionis dan kebijakan fiskal yang akan ekspansif.

Selengkapnya
Desember, 2016

Indikator makroekonomi yang menggambarkan prospek ekonomi dunia kedepan masih mengalami perlambatan tetapi tampak mulai ada tanda-tanda perbaikan, sebagaimana terlihat pada indikator makroekonomi beberapa negara besar. Di Amerika Serikat misalnya, pertumbuhan composite leading economic index (LEI) menunjukkan tren menurun dari sebelumnya yang sudah 3 bulan berturut-turut mengalami kenaikan. Dengan kondisi ekonomi terkini yang menurun dan prospek yang belum cukup kuat, maka urgensi kenaikan suku bunga acuan the Fed sebenarnya relatif kecil, sebab kenaikan suku bunga akan semakin memperlambat pertumbuhan ekonominya.

Selengkapnya
November, 2016

Data terkini dari beberapa negara maju mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi dunia belum menggembirakan. Hal ini antara lain terlihat pada kinerja ekonomi beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, China dan India yang secara umum masih dalam tren yang mendatar bahkan sebagian masih menurun. Di Amerika Serikat misalnya, data indikator makroekonomi yang menggambarkan kondisi ekonomi terkini masih dalam tren pertumbuhan menurun seperti terlihat pada pertumbuhan composite coincident economic index (CEI) nya yang masih menurun. Kondisi yang hampir sama terlihat di Eropa dan Jepang dimana pertumbuhan indikator makroekonominya yang menggambarkan keadaan ekonomi terkini (seperti penjualan ritel, composite coincident economic index) masih dalam tren mendatar bahkan ada kecenderungan menurun.

Selengkapnya
Oktober 2016

Pada triwulan kedua tahun 2016, perekonomian Indonesia tumbuh 4,02% QoQ setelah pada triwulan sebelumnya kontraksi -0,36% QoQ. Angka ini merupakan angka pertumbuhan tertinggi pada triwulan kedua dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dari pertumbuhan PDB pada triwulan kedua 2015, sehingga pertumbuhan ekonomi secara tahunan pada Q2 2016 meningkat menjadi 5.18% YoY dari 4.91% YoY pada triwulan pertama.

Selengkapnya
Oktober 2016

Laju inflasi yang cenderung terjaga dan indeks kepercayaan konsumen yang relatif tinggi serta suku bunga yang cenderung menurun seharusnya akan memberikan dampak yang positif terhadap pasar perumahan dan pasar pembiayaan perumahan. Namun pertumbuhan ekonomi yang melambat menyebabkan pendapatan per kapita masyarakat belum mengalami perbaikan yang berarti. Akibatnya pasar perumahan dan pembiayaannya pun saat ini belum mengalami kenaikan yang berarti. Namun kedepan, sejalan dengan inflasi yang tetap terjaga, tren suku bunga pinjaman yang masih menurun serta perbaikan pertumbuhan ekonomi (meningkatkan pendapatan per kapita) diperkirakan akan mulai memberikan dampak yang semakin positif terhadap pasar perumahan dan pembiayaan perumahan.

Selengkapnya