Market Update

SMF Highlight

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

 PROSPEK EKONOMI

Akhir Tahun 2018 Terjadi Hattrick Defisit Neraca Perdagangan

Pada akhir tahun 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit mencapai USD1.102 juta, sekaligus mencatatkan hattrick defist sebesar USD4.871,4 juta (akumulasi Oktober-Desember 2018). Secara year to date (ytd) kinerja neraca perdagangan Indonesia defisit mencapai USD8,6 miliar atau terburuk semenjak tahun 2013. Buruknya kinerja perdagangan didorong pelebaran defisit sektor migas sekaligus penurunan surplus ekspor non-migas. Disamping itu, sepanjang tahun 2018 pertumbuhan impor non-migas meningkat cukup signifikan mencapai 19,8% seiring terdepresiasinya nilai tukar rupiah.

Selengkapnya
Proyeksi Pergerakan Fed Funds Rate (FFR) dan 7-Days Repo Rate

Menjelang akhir tahun 2018, The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya (FFR) mencapai 100bps ke level 2,25%-2,50%. Di tahun mendatang, The Fed diprediksi akan menaikkan 3 kali lagi suku bunga acuannya (FFR) mencapai level 3,00%-3,25% pada triwulan II dan III di tahun 2019 dan akan meningkat 3 kali lagi mencapai level 3,75%-4,00% pada tahun 2020. Dari dalam negeri, Bank Indonesia telah menahan suku bunga acuannya pada rapat akhir tahun 2019. Di tahun mendatang, Bank Indonesia diproyeksikan akan kembali menaikkan suku bunga acuannya (7DRR) mencapai 50bps ke level 6,50%.

Selengkapnya
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,17% YoY di Triwulan III 2018

Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III tumbuh sebesar 5,17% (yoy), melambat 0,1% dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,27% (yoy). Jika dilihat dari sisi laju pertumbuhan ekonomi secara kuartal (qoq), pertumbuhan ekonomi triwulan III mengalami kontraksi positif sebesar 3,09% (qoq). Sedangkan dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih menopang pertumbuhan ekonomi triwulan III mencapai 2,69% (yoy) dengan total Rp1.440,8 triliun.

Selengkapnya

Neraca Perdagangan Rebound Usai Tertekan

Kinerja neraca perdagangan Indonesia bulan September kembali rebound sekaligus memutus tren defisit perdagangan selama dua bulan berturut-turut. Kembali surplusnya neraca perdagangan Indonesia seiring dengan meningkatnya ekspor September 2018 mencapai USD14,60 miliar atau tumbuh 3,78% (yoy). Berdasarkan kelompok barang, ekspor non-migas bulan September mencatatkan surplus mencapai USD1,29 miliar, disebabkan oleh menurunnya impor non-migas mencapai 10,52% (mom). Meskipun demikian, secara akumulasi pada periode Januari-September 2018 masih terjadi defisit sebesar USD3,78 miliar.

Selengkapnya

Kurs Rupiah Menyentuh Level Terendah Semenjak Krisis Moneter

Sampai akhir September 2018 kurs rupiah berada di level Rp14.938/USD. Level tersebut terus terdepresiasi semenjak satu bulan terakhir, tercatat pada akhir bulan Agustus berada di level Rp14.710/USD dan pada akhir bulan September mencapai level Rp14.938/USD. Tren pelemahan kurs rupiah didorong oleh normalisasi moneter Amerika Serikat yang agresif serta memanasnya hubungan dagang diantara kedua negara adikuasa.

Selengkapnya
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Meningkat, Ditopang Sektor Konsumsi dan Investasi

Tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2018 sebesar 5,27% (yoy), meningkat 0,26% dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,01% (yoy) serta lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,06% (yoy). Jika dilihat berdasarkan struktur PDB, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga penyumbang terbesar sebesar 55,43% diikuti oleh komponen pembentukan modal tetap bruto, ekspor dan impor barang dan jasa masing-masing sebesar 31,15%, 20,87% dan 20,35%.

Selengkapnya


Notice: Undefined variable: string2 in /home/k3236716/public_html/wp-content/themes/salient/page-view-all-makroekonomi.php on line 150