Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Pembangunan dan Penyaluran Rumah Subsidi di Sumut Masih Terkendala

By February 12, 2018Market Comment

    Pemerintah mengupayakan agar pembangunan dan penyaluran rumah subsidi di berbagai daerah berlangsung lancar dan merata. Termasuk pembangunan di kawasan Sumatera Utara. Pada tahun 2015, ada 12.000 unit rumah yang dibangun di kawasan tersebut. Jumlahnya pun bertambah sebanyak 15.000 unit di tahun 2016.

    Berdasarkan riset pasar perumahan, masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Sumatera Utara yang kesulitan memiliki rumah. Harga rumah yang terus melonjak tidak diimbangi dengan pendapatan rutin. Kendati demikian, ternyata pembangunan dan penyaluran rumah Subsidi di Sumatera Utara masih terkendala oleh beberapa hal berikut ini:

    Masalah Perizinan yang Membutuhkan Waktu Lama

    Para pengembang properti yang menjalankan pembangunan rumah subsidi di Sumatera Utara masih mengalami kendala perizinan. Padahal sudah ada kebijakan ekonomi khusus tentang pemangkasan izin dan pembangunan properti. Jika pengembang membutuhkan waktu lama untuk mengurus keperluan legalitas tersebut, tentu saja proses pembangunan rumah subsidi akan terhambat.

    Lokasi Perumahan yang Sangat Jauh

    Ketersediaan lahan yang memadai dengan harga terjangkau membuat para pengembang properti memilih lokasi yang sangat jauh. Lokasi perumahan yang sangat jauh dari pusat kota tentu sulit ditempuh dan kurang diminati. Bahkan ada perumahan yang hanya bisa dicapai dengan melewati jalan desa sepanjang 20 km. Akibatnya, MBR lebih memilih untuk tetap menyewa rumah di pusat kota atau tinggal bersama dengan anggota keluarga lain di rumah berukuran kecil.

    Akses Jalan yang Tidak Memadai

    Lokasi perumahan yang jauh dari pusat kota semakin sulit dicapai karena akses jalan yang tidak memadai. Jalanan yang rusak dan berbatu tentu menyulitkan MBR yang ingin membeli rumah di lokasi tersebut. Ketika musim hujan, akses jalan semakin sulit dilewati karena sangat licin dan penuh lubang. Selain jalanan yang rusak dan belum dibangun, akses transportasi umum ke lokasi perumahan juga belum ada. Hanya MBR yang sudah memiliki kendaraan pribadi berupa sepeda motor yang bisa mencapai lokasi perumahan tersebut.

    Keterbatasan Bangunan Rumah Subsidi

    Masalah yang satu ini sebenarnya juga terjadi pada rumah subsidi di berbagai daerah lain. Keterbatasan bangunan rumah subsidi membuat MBR enggan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Rumah subsidi di Sumatera Utara umumnya dibangun tanpa dapur dengan bagian belakang rumah yang masih terbuka. MBR yang membeli rumah subsidi harus menyiapkan dana ekstra untuk merapikan bangunan rumah hingga siap huni. Masalah ini malah memperberat beban finansial MBR yang ingin memiliki hunian pribadi.

    Hingga saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih terus mengupayakan agar pembangunan dan penyaluran rumah subsidi berlangsung tepat sasaran. Proses perizinan, lokasi, dan kondisi bangunan rumah subsidi masih harus terus mendapat perbaikan supaya dapat memenuhi kebutuhan MBR.