Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Ragam Penyebab Ini Membuat Generasi Milenial Sulit Punya Rumah

By January 24, 2018Market Comment

    Beberapa tahun belakangan ini, dunia kerja didominasi oleh generasi milenial yang mulai memasuki usia produktif. Generasi yang lahir pada periode 1980 sampai 2000-an ini memang dikenal aktif dan senantiasa bekerja menurut passion. Sayangnya, generasi milenial kini justru kesulitan memiliki rumah dibandingkan generasi pendahulunya.

    Penyebab-penyebab ini mengakibatkan generasi milenial sulit memenuhi kebutuhan primer tersebut:

    Kenaikan Gaji Tidak Sepadan dengan Harga Properti

    Menurut penuturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, generasi milenial memang mengalami kesulitan untuk membeli rumah di tengah kota. Karena harga rumah terus melambung tinggi setiap tahun. Kenaikan gaji karyawan per tahun maksimal hanya 10%. Sedangkan riset pasar perumahan menyatakan bahwa kenaikan harga properti bisa mencapai 15% hingga 20% per tahun. Dalam beberapa tahun yang akan datang, generasi milenial diprediksi akan sulit mengejar kesenjangan ekonomi tersebut.

    Generasi Milenial Sangat Konsumtif

    Gaya hidup yang konsumtif juga membuat generasi milenial sulit memiliki hunian pribadi. Jika dibandingkan dengan generasi pendahulu, tentu saja generasi milenial memiliki gaya hidup yang lebih mewah. Perkembangan kafe-kafe kelas menengah ke atas dan berbagai sarana hiburan lainnya berlangsung pesat karena selalu diburu generasi milenial. Selain itu, generasi ini juga gemar menggunakan barang-barang branded untuk tujuan menaikkan gengsi dalam pergaulan.

    Tagihan Kartu Kredit yang Menumpuk

    Ternyata tak sedikit generasi milenial yang mewujudkan gaya hidup mewah dengan memanfaatkan kartu kredit. Padahal penggunaan kartu kredit harus dilakukan secara cermat sesuai kemampuan finansial. Akibatnya, tagihan kartu kredit yang menggunung menyebabkan tingkat kepercayaan bank terhadap generasi milenial menjadi berkurang.

    Seseorang yang ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) harus memiliki rekam jejak finansial yang baik. Sedangkan tagihan kartu kredit yang belum diselesaikan malah membuat risiko penolakan KPR semakin besar.

    Hobi Traveling yang Menguras Isi Tabungan

    Ada satu lagi gaya hidup generasi milenial yang dapat mempengaruhi kondisi finansialnya, yaitu hobi traveling. Mayoritas orang pada kelompok generasi ini memang memiliki hobi berpetualang ke luar kota atau luar negeri. Traveling sering menjadi momen untuk mengembalikan semangat kerja sekaligus menambah pengalaman baru. Hobi traveling yang dilakukan secara teratur tentu akan berdampak pada jumlah tabungan. Karena bepergian ke luar kota atau luar negeri tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

    Kini, generasi milenial harus lebih cermat mengelola kondisi finansial pribadi. Bila menabung dari pendapatan utama masih belum cukup untuk membeli rumah, berinvestasi dan menjalankan bisnis sampingan bisa menjadi solusi yang tepat.

     

    Sumber: properti.liputan6.com, bisnis.liputan6.com, www.jpnn.com