Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Pemerintah Menjamin Rumah Subsidi Makin Layak Huni di Tahun 2018

By January 5, 2018Market Comment

    Upaya penyediaan rumah subsidi di tahun 2018 akan didukung dengan peningkatan anggaran hingga dua kali lipat. Meskipun pemerintah mengurangi anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), tetapi anggaran Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) justru ditambah jumlahnya.

    Data pembiayaan KPR yang dilansir dari situs Kompas menunjukkan bahwa FLPP 2017 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satu penyebabnya adalah keengganan masyarakat memiliki rumah subsidi. Karena mayoritas rumah subsidi kurang memenuhi kriteria layak huni.

    Pemerintah Akan Meningkatkan Kualitas Bangunan Rumah Subsidi

    Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah berencana menerbitkan aturan tentang peningkatan kualitas rumah subsidi. Pada September 2017, pemerintah masih mengkaji pedoman umum pembangunan rumah sederhana sehat berdasarkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kepmen Kimpraswil) Nomor 403 Tahun 2002. Rencananya, peraturan yang mendasari pembangunan rumah subsidi tersebut nantinya akan diganti dengan aturan Kementerian PUPR.

    Dirjen Penyediaan Perumahan, Sjarief Burhanuddin, menyatakan bahwa peraturan tersebut akan disempurnakan sebagai standar pembangunan perumahan layak huni. Sehingga standar tersebut bisa dijadikan acuan oleh semua pengembang properti yang membangun rumah subsidi. Proses pembahasan peraturan tersebut juga melibatkan pihak bank yang menyalurkan subsidi, pengembang perumahan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam program pengadaan rumah subsidi. Nantinya, konsep peringkat perumahan akan dijadikan salah satu kriteria rumah subsidi layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Ragam Fasilitas yang Akan Melengkapi Rumah Subsidi

    Ketersediaan air bersih menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan rumah subsidi di tahun 2018. Sehingga pemilik rumah subsidi tidak kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kualitas bangunan rumah juga tak kalah penting. Kementerian PUPR akan mengupayakan standar baru berupa pengadaan plafon rumah, dinding yang diplester rapi, dan lantai beton licin yang lebih nyaman. Standar baru ini tak hanya mengacu pada kenyamanan, melainkan juga memperhatikan sisi keamanan rumah subsidi secara keseluruhan.

    Tahap Pemeriksaan Ketat Bagi Rumah Subsidi

    Rumah subsidi yang sudah dibangun nantinya akan melalui proses pemeriksaan yang ketat. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa rumah tersebut sudah memenuhi standar bangunan yang ditetapkan pemerintah. Para pengembang properti harus menaati peraturan yang berlaku. Karena pengembang yang tidak bisa mencapai standar kualitas rumah subsidi akan kesulitan mencairkan dana subsidi dari bank. Kondisi lingkungan perumahan subsidi yang dilengkapi akses jalan memadai dan sistem drainase yang baik juga harus dipenuhi oleh pengembang properti.

    Aturan ketat dalam pembangunan rumah subsidi layak huni merupakan bentuk dedikasi untuk rakyat. Karena sebagian dana yang diperuntukkan bagi rumah subsidi juga berasal dari rakyat. Peningkatan kualitas ini akan membuat MBR tidak ragu untuk memiliki dan menghuni rumah subsidi di tahun-tahun mendatang.

    Sumber: finance.detik.com, www.cnnindonesia.com, properti.kompas.com