Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Lakukan 4 Hal Ini Agar Properti Lekas Laku Terjual

By January 31, 2018Market Comment

    Geliat bisnis properti memang senantiasa cemerlang sepanjang tahun. Karena kebutuhan terhadap properti terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Prospek bisnis properti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan keuntungan maksimal.

    Walaupun prospeknya selalu menjanjikan, persaingan bisnis properti semakin ketat dan menuntut kreativitas yang lebih baik. Para pelaku bisnis properti sebaiknya jeli dan melakukan 4 hal ini agar propertinya lekas laku terjual:

    Mencari Tahu Standar Harga Objek Properti Terlebih Dahulu

    Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) biasanya hanya digunakan untuk mengatur harga minimal objek properti ketika dijual. Idealnya, sebuah objek properti bisa dijual dengan harga 2 hingga 3 kali lipat dari harga yang tertera pada NJOP. Mencari tahu standar harga objek properti di kawasan setempat memang sangat penting. Objek properti akan lekas terjual jika harganya tidak terlalu tinggi dibandingkan standar harga di kawasan tersebut.

    Menjelaskan Spesifikasi Properti Secara Rinci

    Proses pemasaran objek properti sekarang makin mudah sejak ada media online. Banyak sekali marketplace yang dapat memfasilitasi pemasaran objek properti secara praktis dan efektif. Pebisnis properti wajib menjelaskan spesifikasi properti secara rinci bila ingin memanfaatkan media pemasaran online.

    Spesifikasi properti yang dibutuhkan bukan hanya mencakup informasi umum seperti luas tanah, luas bangunan, dan jumlah ruangan. Banyak sekali informasi penting yang wajib dijelaskan, misalnya material yang digunakan pada objek properti dan daya tahannya.

    Menonjolkan Kelebihan Objek Properti yang Akan Dijual

    Objek properti yang memiliki banyak kelebihan bisa dibanderol dengan harga lebih tinggi. Itulah sebabnya Anda harus menonjolkan kelebihan objek properti tersebut saat memasarkannya. Berbagai kelebihan yang diminati calon pembeli antara lain lokasi yang dekat dengan akses transportasi umum, kawasan bebas banjir, dan nilai investasi properti yang bisa meningkat pesat dalam waktu singkat.

    Memanfaatkan Momen yang Tepat

    Penjualan objek properti rupanya tak boleh dilakukan secara sembarangan. Bulan Mei merupakan momen paling tepat untuk menjual objek properti. Karena biasanya bulan Mei tidak berdekatan dengan hari raya seperti Idul Fitri, Natal, atau Imlek. Sehingga orang-orang yang ingin membeli objek properti memiliki jumlah tabungan yang mencukupi. Di samping itu, cuaca panas pada bulan Mei juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan renovasi.

    Kepemilikan modal besar pada sektor bisnis properti harus disertai dengan kemampuan,  menjual yang memadai. Walaupun nilai investasinya bisa meningkat dengan cepat, proses jual beli objek properti harus melalui proses yang panjang dan menyita waktu. Bila proses penjualannya berlangsung cepat. Perputaran modal di sektor bisnis properti pun akan selalu lancar.

     

    Sumber: properti.kompas.com, properti.liputan6.com