Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

4 Faktor Penting yang Membuat BI Menurunkan Nilai Suku Bunga Acuan

By January 17, 2018Market Comment

    Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) menetapkan penurunan nilai suku bunga acuan dari 4,5% menjadi 4,25% pada September 2017. Kebijakan BI tersebut diharapkan tetap bertahan sepanjang tahun 2018. Sehingga hal ini turut membawa pengaruh positif bagi perkembangan sektor perbankan tanah air.

    Kebijakan tentang penurunan suku bunga BI tersebut tentu ditetapkan setelah melalui pertimbangan matang. Empat faktor berikut inilah yang membuat BI memilih langkah kebijakan tersebut:

    Nilai Inflasi di Pertengahan Tahun 2017

    Tingkat inflasi pada pertengahan hingga akhir tahun 2017 ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan. Menurut Perry Warjiyo selaku Deputi Gubernur BI, nilai inflasi sejak pertengahan tahun 2017 hanya berada di kisaran 4%. Sehingga hal tersebut berdampak positif pada nilai suku bunga acuan.

    Defisit Transaksi Berjalan Berada dalam Keadaan Aman

    Defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit atau CAD) adalah kondisi peminjaman neto suatu negara kepada negara-negara lain di dunia. Defisit transaksi berjalan dapat dijadikan acuan alat ukur perdagangan internasional di suatu negara. Semakin kecil defisit transaksi berjalan di suatu negara, maka semakin aman pula kondisi ekonomi di negara tersebut.

    Data BI mencatat bahwa nilai defisit transaksi berjalan Indonesia hingga akhir tahun 2017 berada di batas aman, yaitu 1,5% hingga 2%. BI juga memprediksi bahwa defisit transaksi berjalan di tahun 2018 akan berada di kisaran 2,5% yang berarti lebih rendah dibandingkan standar Produk Domestik Bruto (PDB) senilai 3%.

    Risiko dari Faktor Eksternal Sedang Berkurang

    Kebijakan yang ditetapkan oleh bank sentral AS Federal Reserved (The Fed) ternyata turut memberikan pengaruh pada penetapan suku bunga acuan BI. Hingga akhir tahun 2017, diperkirakan bahwa The Fed hanya akan menaikkan suku bunga acuannya maksimal 25 poin. Hal ini membuat risiko ekonomi Indonesia yang disebabkan oleh faktor eksternal cenderung berkurang. Pergerakan sektor ekspor pun bisa berlangsung lancar tanpa terpengaruh oleh perubahan kebijakan asing.

    Mendukung Peningkatan Penyaluran Kredit Perbankan

    Penurunan suku bunga acuan BI juga dapat mempengaruhi pergerakan positif di sektor kredit perbankan. Suku bunga acuan yang relatif rendah dapat mengurangi keraguan masyarakat yang ingin mengajukan permohonan kredit. Berdasarkan data yang dilansir dari situs Kompas, perkembangan kredit perbankan pada Juni 2017 hanya berkisar di angka 7,8%. Angka tersebut terhitung lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 8,7%. Pengajuan kredit perbankan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berpengaruh pada kondisi ekonomi secara keseluruhan.

    Kondisi ekonomi Indonesia diharapkan tetap stabil sepanjang tahun 2018 tanpa dipengaruhi faktor internal maupun eksternal. Sehingga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi terus meningkat dan turut berkontribusi bagi peningkatan pendapatan negara.

     

    Sumber: ekonomi.kompas.com, www.viva.co.id, www.bbc.com