Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Kredit Sektor Properti 2017 Mencapai 23%

By December 18, 2017Market Comment

    Jakarta – Sejumlah kebijakan pemerintah seperti Tax Amnesty, BI 7-Day Repo Rate, Pembiayaan Perumahan (FLPP), Fasilitas Likuiditas, dan Paket Kebijakan Ekonomi mendukung pertumbuhan properti nasional. Hal ini dibuktikan melalui Indeks properti nasional pada kuartal III tahun 2017 yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kebijakan pemerintah tersebut turut mendorong ekonomi nasional ke arah yang lebih baik dan positif.

    Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan mengatakan pada kuartal ke-2 properti nasional menunjukkan kestabilan. Pasar properti juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kendati demikian penjual masih harus memperhatikan daya beli konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa pasar properti sedang berada pada fase soft martket.

    Dilansir dari Rumah.com, indeks properti nasional pada kuartal I tahun 2017 terdapat kenaikan tipis 0.4% dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya, 2016. Sementara itu pada kuartal II tahun 2017, indeks properti nasional menunjukkan kenaikan sebesar 0.97%.

    Sementara itu, pada volume suplai properti, indeks menunjukkan sedikit fluktuasi. Kuartal I tahun 2017 naik sebesar 11.4%. namun pada kuartal II ditahun yang sama, indeks mengalami penurunan sebesar 2,1%. Pada kuartal III, indeks kembali meningkat hingga 10.7%. Dengan demikian, dari tahun ke tahun, kenaikan indeks suplai properti pada kuartal III tahun 2017 mencapai 23%.

    Ike Hamdan juga mengindikasikan bahwa penjual kini lebih percaya diri dengan adanya situasi pasar properti pada kuartal III tahun 2017. Tentu semakin banyak suplai akan membuat konsumen semakin mudah menentukan pilihan residensial, baik berdasarkan harga, lokasi, dan sejenisnya.

    Pada sisi perliku konsumen, Rumah.com Property Affordability Sentiment Index kuartal II tahun 2017 menunjukkan bahwa kepemilikan rumah kini bukan menjadi hal yang eksklusif lagi. Sebab 69% responden yang sudah memiliki rumah dan 29% diantaranya memiliki lebih dari satu rumah.

    Lebih lanjut Ike memaparkan bahwa properti kelas menengah masih banyak diminati konsumen khususnya residensial. Hal ini dikarenakan sistem pembayaran yang bisa dicicil jangka panjang.

    Pada tahun 2017, iklim properti nasional memuaskan. Hal ini berdasarkan 63% responden dimana 54% responden diantaranya mengaku sudah puas dengan usaha pemerintah untuk mendorong harga rumah lebih terjangkau.

    Dinyatakan 97% responden menujukkan bahwa rumah tapak cluster adalah tipe properti pilihan yang paling banyak dibeli dikarenakan rumah tapak cluster atau perumahan dianggap lebih aman dibandingkan rumah non-cluster atau apartemen.

    Sumber: ekbis.sindonews.com