Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Pasar Properti 2018 Kembali Bergairah?

By November 22, 2017Market Comment

    Jakarta – Kondisi perekonomian Indonesia sejak tahun 2015 mengalami kelesuan. Hal ini berimbas pada sektor properti yang harus menelan pil pahit. Pada 2016, kebijakan yang digelontorkan pemerintah juga sangat beragam. Efeknya membuat banyak pihak merasa yakin bahwa pasar properti akan kembali bergairah, meski kenyataannya berkata lain.

    Head of Advisory JLL IndonesiaVivin Harsanto mengungkapkan pasar properti khususnya di area Jakarta, pada 2016 masih masuk katagori pemulihan. Vivin menjelaskan awal tahun 2016 masih dibayangi perlambatan ekonomi yang terjadi pada 2015. Dengan depresi rupiah dan terjadinya penurunan harga minyak dunia.

    Kendati demikian, Vivin mengutarakan aktivitas pasar yang lebih baik pada 2016 mampu membuat para investor dan pelaku bisnis properti tetap yakin dan optimis, khususnya untuk sektor perkantoran dan kondominium.

    Senada dengan pendapat Vivin, Muhammad Sulhan Fauzi dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bagian Konstruksi dan Infrastruktur juga mengatakan di tahun 2017 sudah sepatutnya  instrumen properti di Indonesia mendapatkan titik terang. Ia juga berpendapat bahwa selama ini para pengembang sudah cukup lama tertidur sejak dua tahun silam. Selain itu melihat dari sisi ekonomi Indonesia pada 2017 sudah cukup stabil. Meskipun membutuhkan lebih banyak inovasi terutama dari segi kebijakan pemerintah untuk  membuat performa pangsa properti berkembang lagi.

    Sementara itu kebijakan-kebijakan pemerintah kini berdampak positif pada target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2%. Kondisi ekonomi ini diperkirakan akan tetap stabil hingga akhir tahun.

    Jika pemerintah konsisten menjalankan kebijakan untuk mendorong minat masyarakat berinvestasi di sektor properti, seperti penurunan suku bunga kredit, relaksasi loan to value, dan deregulasi perizinan diperkirakan pasar properti pada tahun 2018 akan lebih positif. Sebab kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti di 2018. Proyeksi harga perumahan dan suplai properti, terutama pada sektor residensial diperikirakan akan meningkat pada 2018.

    Proyek properti baru yang menawarkan banyak benefit seperti transportasi publik, kemudahan akses, dan menjamin keamanan tingkat tinggi akan menjadi faktor utama yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli properti tersebut.

    Sumber: beritasatu.com/properti, rumah.com/berita-properti, economy.okezone.com