Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Penurunan Daya Beli Properti Tak Mempengaruhi Rumah Subsidi

By October 25, 2017Market Comment

    Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia periode 2015-2020, Edi Ganefo, menyatakan bahwa prospek pasar properti mengalami penurunan. Berdasarkan data yang tercatat hingga pertengahan Juli 2017, penyebab utama fenomena tersebut adalah penurunan daya beli masyarakat.

    Angka penjualan perumahan komersial terjun bebas pada semester pertama tahun 2017. Sehingga pasar perumahan untuk kalangan menengah ke atas tersebut memang terhitung lesu. Namun hal tersebut tidak terjadi pada sektor perumahan subsidi. Prospek pasar perumahan yang ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih terhitung stabil.

    Faktor yang Mendukung Permintaan Rumah Subsidi

    Pemerintah gencar menjalin kerja sama dengan sejumlah bank penyedia Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan pengembang properti. Sehingga penyaluran rumah subsidi bagi MBR semakin tepat sasaran. Karena MBR pun mudah mengakses informasi mengenai KPR rumah subsidi. Proses penyederhanaan izin KPR rumah subsidi membantu MBR memiliki hunian pribadi.

    Real Estate Indonesia (REI) berharap bahwa pemerintah akan menurunkan bunga kredit konstruksi untuk rumah murah. Sebab hingga pertengahan Juli 2017, nilai suku bunganya masih sama dengan kredit konstrusi rumah komersial. Bila hal tersebut dapat direalisasikan, pasti angka permintaan rumah subsidi pun semakin melonjak.

    REI Optimis Sektor Properti Membaik di Paruh Kedua Tahun 2017

    Walaupun permintaan rumah komersial cenderung menurun hingga Juli 2017, REI optimis bahwa kondisi sektor properti akan kembali membaik di paruh kedua tahun 2017. Hal ini dapat terjadi karena pemerintah tengah gencar memperbaiki sektor pariwisata dan investasi. Di samping itu, pembangunan infrastruktur secara besar-besaran pun turut mempengaruhi keyakinan masyarakat. Karena minat masyarakat terhadap rumah komersial maupun subsidi pasti dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur di sekitarnya.

    Ali Tranghanda selaku Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch menyatakan bahwa tahun 2017 ini adalah momentum yang baik bagi sektor investasi. Objek properti pun turut menjadi incaran orang-orang yang ingin segera berinvestasi. Kebijakan tax amnesty yang sudah berlaku efektif juga diharapkan menjadi titik balik bagi perkembangan sektor properti. Tak sekadar untuk berinvestasi, taraf hidup masyarakat pun akan meningkat jika sudah memiliki hunian pribadi.

     

    Sumber: economy.okezone.com, www.rei.or.id, www.jitunews.com