Market Update

SMF Highlight

Building Permit Index

Early Warning System

Makroekonomi

Market Comment

Anggaran FLPP Dipangkas, Program Rumah Subsidi Tetap Berjalan

By October 30, 2017Market Comment

    Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi salah satu solusi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang membutuhkan rumah subsidi. Namun, pemerintah berencana mengurangi anggaran FLPP pada tahun 2018.

    Lana Winayanti selaku Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa anggaran FLPP diturunkan dari 9,7 triliun rupiah menjadi 3,1 triliun rupiah. Karena BTN berencana tidak ikut menyalurkan FLPP pada tahun 2018. BTN memilih berpartisipasi dalam program KPR subsidi selisih bunga untuk tahun tersebut.

    Program Rumah Subsidi Akan Tetap Berlangsung Lancar

    Meskipun anggaran FLPP untuk tahun 2018 akan dikurangi hingga 70%, Kementerian PUPR memastikan bahwa program rumah subsidi tetap berlangsung lancar. Rencana pembangunan 600 ribu unit rumah subsidi akan direalisasikan pada tahun tersebut. Supaya MBR dari berbagai sektor pekerjaan bisa memperoleh rumah subsidi sesuai target pemerintah.

    Pembangunan rumah subsidi pun akan dilakukan secara merata di berbagai daerah di tanah air. Salah satu contohnya adalah pengadaan rumah subsidi di Provinsi Bali. Menurut penuturan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Bali, Agus Pande Widura, Presiden RI Joko Widodo sudah memberi amanat untuk memaksimalkan pembangunan rumah subsidi di Bali. Karena hingga pertengahan tahun 2017, rumah subsidi baru terdapat di Kabupaten Buleleng, Karangasem, dan Jembrana.

    Program FLPP masih akan dijalankan oleh beberapa bank daerah di Indonesia. Sehingga MBR yang tinggal di berbagai daerah bisa mendapatkan kemudahan ketika mengurus pengajuan KPR rumah subsidi. Selain BTN, masih ada 16 bank yang menjalankan FLPP rumah subsidi.

    Sosialisasi FLPP Bagi MBR Masih Kurang

    Salah satu kendala terbesar penyaluran FLPP bagi MBR adalah kurangnya sosialisasi. Karena akses informasi MBR tentang KPR rumah subsidi memang masih minim. Pemerintah berharap bank-bank yang melayani FLPP turut aktif mengadakan sosialisasi tentang program rumah subsidi. Jika memungkinkan, proses sosialisasi sebaiknya dilakukan di lokasi seperti pasar atau terminal. Agar program yang bertujuan meningkatkan taraf hidup MBR ini benar-benar tepat sasaran. Penyalahgunaan program rumah subsidi oleh oknum dari kalangan menengah ke atas pun bisa diminimalkan bila MBR tergerak mengikuti program tersebut.

    Sumber: keuangan.kontan.co.id, tribunnews.com, properti.kompas.com